Catatan Kaki Pemuda Desa Mengepung Kota By MHFaza18

°1

Itu bukan soal mendapatkan, cuma secuil kebijaksanaan. Menanti kekasih dalam pertemuan, ruang rindu tak dalam pandangan

°2

Setiap yang bernyawa Akan merasakan kerinduan, Setiap yang merindu Akan merasakan kecanduan, Setiap yang kecanduan Akan merasakan kematian.. Hey kamu yang ku cinta, aku kecanduan Rindu, dan bisa membunuhku perlahan, Tuhan kumohon, izinkan Aku mati dalam kedamaian, Setidaknya aku tidak Mati dalam kesepian

°3

Pergi ku bukan ku membenci mu, itulah caraku mencintaimu, karena hadirku tak membuatmu bahagia, pergilah dengan orang yang kau cinta, pulanglah kembali kepelukanku ketika orang yang kau cinta menyakitimu, niscaya akulah tempat kau berpulang, wahai wanita yang bukan milikku

°4

Ibu aku malu, aku belum mampu Mengukir senyum di bibirmu, Ibu Maafkan anakmu, dengan segala khilafku dengan segala bodohku, ibu Temaniku, ingatkanku, Kuatkanku

°5

Syahadat adalah proklamasi sikap, sholat adalah konsistensi dan kedisiplinan, puasa adalah ketabahan pada segala yang lebih dari yang dibutuhkan, zakat komitmen keadilan sosial, dan haji adalah antitesa dari ketidak bertujuan hidup, tentang tujuan dan tempat kembali, kepada kekasih.

°6

Ini tentang kamu, karna kamu yang mampu membuatku bahagia, kamu juga yang mampu membuatku sakit, kamu pun sanggup membunuhku.

°7

Menemukan orang² yg mempunyai semangat sama itu rezeki yg luar biasa. Ide gagasan kadang menumpuk, sebab gagal dituliskan, mandek karena tidak didialogkan, dan lebih sering membusuk tanpa pernah diterjemahkan kedalam sebuah tindakan. Semoga selalu dikelilingi orang² baik.

°8

Sebagai manusia yang diberi akal sehat selalu ada beberapa pilihan, yaitu pilihan Profesional, Rasional, Moral & Etika bahkan pilihan Emosional, kadang memang berat ya? tapi yang terbaik adalah Moral & Etika diatas segala pilihan itu, karena itu ciri  manusia yang berakal, bukan ku sok moralis tapi kelakuan seperti ini lebih mirip dengan perlakuan manusia yang konservatif dibanding manusia modern..

°9

Dalam kesepian yang paling sepi, didalam kalbu secangkir kopi cinta dan doa yg tulus, sepenggal munajat merasuk jiwa dari sang pendosa, Tuhan.. peluk Aku dalam kerapuhanku

°10

Marxisme, romantisme dan secangkir kopi. Kopi dengan rasa yang universal akibat dari suatu proses dialektika antara pahit dan manis, menjadi senyawa pas! Menghadirkan etos romantisme-revolusi yang berbalut marxis..

°11

Pilih saja dalam hidup ada bnyk dinamika  yang dimiliki setiap orang, meskipun hidup kerap kali seolah tidak pernah memberikan pilihan apapun bahkan membuat kita berulang kali medekontruksi, mereplikasi, bahkan lari dari hidup itu sendiri.. Kukira hanya perlu memaknainya dari sisi tone positif terhadap setiap orang, dan berprasangka baik terhadap kehendak tuhan..

°12

Tidak perlu bunuh diri untuk merasakan mati, cukup beri tulusmu pada orang yang salah, cukup beri segala rasa cintamu pada orang yang tidak mencintaimu,maka kamu akan merasakan mati di setiap harinya.

°13

Cinta membuat kita utuh lagi. Filsuf Yunani Kuno, Plato mengeksplorasi ide yang kita cintai agar menjadi lengkap. Dalam Simposiumnya, ia menulis tentang pesta makan malam di mana Aristophanes, seorang penulis drama komik, menghibur para tamu dengan kisah kita, iya kisah kita yang abstrak

°14

Dimana aku boleh melihatmu? Sekedar menatapmu dalam diam, Mengosongkan semua rindu, Yang perlahan mematikan seluruh inginku, Tak perlu ucapkan apapun, Aku hanya ingin melihatmu baik² saja, Disana...

karena untuk bersamamu aku perlu sadar diri berkali-kali.

°15

Tanpa buku Tuhan diam, keadilan terbenam, sains alam macet, sastra bisu, dan seluruhnya dirundung kegelapan. Jika membaca serupa senggema. Buku adalah kekasih yang tak pernah membuatmu terluka.

°16

Aku melempar doa, engkau menangkap amin, tuhan memberi kabul. Tidak ada harapan yang tak serius, pun aku mengingkanmu. Semoga tuhan mengiyakan pintaku yang paling dalam, melengkapimu yang melengkapiku.

°17

Mencintai dalam sepi, Dan rasa sabar mana lagi yang harus kupendam dalam Mengagumi dirimu, melihatmu genggam tangannya nyaman didalam pelukannya, Yang mampu membuatku Tersadar dan sedikit menepi

°18

Aku mencintaimu lewat mimpi, tanpa pernah bisa kumiliki.. 

Sadar akan bayangmu semakin jauh ku rindu dekapanmu hingga ku memilih Menjauh

°19

Aku takan pernah berhenti menulis yang menggambarkan fikiran ini tentangmu.

Tidak akan ada yang bisa memberhentikan, selain Kematian yang menjemputku

°20

Keluar dari zona nyaman tanpa diminta. Terima kasih, Karenamu aku jadi tau arti dari tentang kerja keras & tanggung jawab.

°21

Suatu hari kau akan bertanya kepadaku: mana yang lebih penting, hidupku atau hidupmu? 

Aku akan menjawab: hidupku.

Lalu kau akan pergi dengan kecewa tanpa mengetahui bahwa kaulah sesungguhnya hidupku, Sungguh kaulah hidupku.

°22

Melihatmu pergi dari hidupku tidak akan membuatku membenci 

Tapi, hal itu kemudian membuatku sadar, jika aku pernah bahagia dengan orang yang salah. Hatiku patah karenamu, tak apa asalkan kau bahagia.

Terimakasih pernah ada untukku walau hanya dengan waktu yang singkat.

°23

Tuhan menitipkan rahmat nya dalam kecemerlangan ide, gagasan serta keberanian kita, karena gagas pendapat sering kali bertaut dengan gugus pendapatan, semoga rezeki kita senantiasa lancar dan dalam lingkaran keberkahan selalu, amin.. 

°24

Kelak hasil kerja keras ku bukan untukmu saja, tapi juga agar ayahmu tau bahwa anaknya ada dalam perlindungan lelaki yang tepat, kau cukup temaniku, ingatkanku, dan Kuatkanku

°25

Neng, aku berjuang hanya mengikuti apa yang Tuhan tentukan, soal nanti kamu bisa ku miliki atau tidak itu urusan lain, sebab kodrat seorang laki² adalah berjuang, dan setiap yang diperjuangkan itu pasti sesuatu yang belum tentu bisa dimiliki.

°26

Kuobati rinduku kepadamu dengan mendoakanmu, memang tidak menyembuhkannya tapi cukup mengurangi perihnya.

°27

Aku akan terus menulis tentang cantikmu.

Hingga kau tak lagi menjadi misteri.

Hingga kau tak lagi menjadi mustahil.

Hingga kusematkan padamu kata "kasih".

Aku akan berhenti menulis, bila suatu saat namamu tak mampu ku ucapkan lagi. 

°28

Aku terus menulis tentang mu, agar kelak jika kau dihapus dariku oleh waktu, aku masih dapat mengenang mu sebagai sosok yang pernah ku cintai begitu dalam.

Dan bila suatu saat kau membaca tulisanku, aku harap kau sadar bahwa aku menyayangimu setulus ini. 

°29

Sebagaimana menulis rangkaian kalimat ini. Ia adalah sebuah bentuk penyembuhan atas sederet luka, sebuah usaha untuk meredakan resah

°30

Melihat foto mu selalu ada desiran rasa, dan aku masih saja tak bisa menafsirkan apakah rasa itu adalah rasa kecewa yang menganga ataukah rasa suka yang seharusnya ku buang.

°31

Terkadang jika aku melihat foto dan vidio mu selalu terlintas pikiran di benakku Seperti apa aroma jaket mu, Seberapa hangat pelukan mu, Setenang apa suaramu jika aku mendengar nya secara langsung, Hanya memikirkan nya saja seakan dadaku di penuhi kupu-kupu

°32

Tertatap jenuh seakan tau, alam tak memberi banyak pilihan, satu persatu sebuah rasa mulai meninggalkan tahtanya. Aku tak kalut, kau tak kalut, tapi mereka yang bernyanyi. Layaknya tuhan berdiri di atas mimbar lalu menghakimi sepasang kekasih. Kita terdiam, terenyuh mendengar

°33

Aku bukan penulis perihal cinta yang handal ataupun seseorang yang pandai memperlihatkan, aku yang selalu menulis segala tentangmu dalam diam, dan menerka kehadiran mu yang ‘hilang’ dalam setiap kata yang ku lampirkan, semoga tuhan selalu menjaga mu yang bukan kekasihku

°34

Dia tau aku menulis, tapi tak pernah sadar bahwa seluruh tulisanku adalah representasi dari jiwa dan raganya yang tak bisa kugenggam, aku memang menyedihkan

°35

Menyadari bahwa bukan prioritas itu penting, contoh sederhana chat mu tidak dibalas, kalian harus mengandalkan logika, tak hanya hati dan rasa

°36

Ada rasa yang harus hilang, ada luka yang harus sembuh, ada rindu yang harus usai dan ada aku yang harus pergi dengan kesadaran diri

°37

Semakin hari rasanya luka ini semakin sakit, aku semakin kehilangan kendaliku atas rasa, harus kemana lagi aku mencari sembuh, aku takut jika semua sudah diluar batas kendaliku, aku takut menyerah dengan luka.

°38

Belajar peduli akan diri sendiri, memahami, dan memperhatikan, bukan untuk egois, segani apa yang patut disegani, Hargai siapa yang bisa memantaskan diri, Bersikap tak peduli jika sudah tak dihargai. 

°39

Aku meragukan kita akan bersama, seperti bagaimana kamu mencoba menjauh dari apapun tentangku hari itu hingga kini. Aku bahkan sudah meragukan hadirmu di hari² pentingku di masa depan. Aku meragukan dirimu benar hadir karena kini namamu sayup terdengar meski sulit kuabaikan.

°40

Dan aku belajar untuk sedikit lebih "bodo amat" kepada apapun yang bisa saja menikamku, Mengurangi semua rasa ingin tau ku tentangmu, bukan berarti aku berhenti peduli, tapi aku juga berhak untuk tidak menyakiti diri. Terimakasih kekasihku, aku pamit .

°41

Sekian, ceritaku dan kamu cukup sudah berhenti sampai disini. Jangan kembali membawa rasa.  Menaruh harap, kalau yang kau bawa masih sama² ketakutan akan banyak hal. Terima kasih atas waktu, kesempatan, dan kenangannya, karena ada rasa yang harus hilang, ada luka yang harus sembuh, ada rindu yang harus usai dan, ada aku yang harus pergi dengan kesadaran diri



Komentar